Rangkaian Power Supply (Adaptor) dan Bagian-bagiannya

Rangkaian power supply memang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian elektronika apapun, karena setiap perangkat elektronika agar bisa bekerja membutuhkan tegangan supply. Namun sebetulnya banyak sekali jenis dan variasi dari power supply dari yang sangat sederhana hingga yang kompleks. Namun pada dasarnya hanya ada beberapa bagian dari power supply.

Bagian input tegangan

Bagian input tegangan merupakan bagian masukan tengangan yang berasal dari jala-jala PLN 220 VAC. Bagian ini biasanya bagian paling “berbahaya” karena harus memiliki tegangan tinggi yang jika terkena bagian tubuh akan tersengat. Oleh karena itu biasanya pada perangkat power supply yang berkualitas, bagian ini memiliki tanda sendiri dan dilapisi dengan dinding isolator untuk keamanan. Selain itu bagian input tegangan dapat dipasangkan lampu indikator dan sebua saklar agar dapat dengan mudah mengetahui apakah tegangan masukan dari jala-jala PLN sudah masuk atau belum.

Bagian penurun tegangan

Pada rangkaian power supply pada umumnya, bagian penurun tegangan selalu dibangun dengan menggunakan sebuah transformator step-down yang berfungsi menurunkan tengangan AC dari PLN menjadi tegangan AC yang lebih kecil. Misalnya tengangan listrik PLN sebesar 220 VAC, setelah terhubung dengan transformator, maka output dari transformator akan menghasilkan tegangan sebesar 5 VAC, 9 VAC, 12 VAC dan seterusnya.

Transformator step down sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu transformator dengan Center Tap (CT) atau tanpa CT (angkle). Dalam contoh rangkaian power supply dibawah ini menggunakan transformator jenis center tap, yakni memiliki bagian tengah sebagai tegangan nol.

Baca juga:

Pengertian Power Supply, Fungsi Dan Jenisnya

Fungsi Power Supply pada Rangkaian Elektronika

rangkaian power supply

Contoh rangkaian power supply dengan output 12VDC / 5A yang sudah teregulasi.

Bagian penyearah

Untuk dapat menghasilkan tegangan DC, maka tegangan keluaran dari transtormator ini harus diubah terlebih dahulu menjadi tegangan DC (direct current) atau tegangan searah. Untuk itu perlu ditambahkan sebuah rangkaian yang disebut dengan rectifier. Pada rangkaian rectifier sederhana terdiri dari beberapa buah dioda yang disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan tegangan searah. Pada contoh rangkaian power supply diatas, rangkaian penyearahan terdiri dari dua buah dioda D1 dan D2.

Meski begitu, tegangan keluaran dari dioda D1 dan D2 tidak serta merta akan menyearahkan tengan AC ke DC, karena dioda ini hanya berfungsi untuk menghilangkan fasa bagian bawah saja, sehingga tegangan outputnya masih kasar dan belum benar-benar menjadi tegangan DC. Oleh karena itu diperlukan sebuah bagian yang disebut dengan bagian filter.

Bagian filter

Karena output tegangan dari dua buah dioda belum benar-benar menghasilkan tegangan DC murni, maka diperlukan sebuah bagian filter yang terdiri dari sebuah kapasitor atau lebih yang berfungsi sebagai penyaring tegangan AC (filter) sehingga membuat bagian gelombang fasa menjadi lebih rata. Biasanya kapasitor yang digunakan adalah kapasitor jenis elko dan memiliki nilai kapasitansi yang besar. Semakin besar nilai kapasitansi dari kapasitor elko yang digunakan sebagai filter power supply, maka tegangan DC yang dihasilkan akan semakin halus.

Bagian regulator

Bagian regulator tegangan merupakan salah satu bagian paling penting pada rangkaian power supply. Bagaimana tidak, bagian regulator tegangan merupakan rangkaian yang berfungsi untuk menetapkan tegangan output yang tidak akan berubah terhadap perubahan tegangan masukan (input), arus beban dan suhu. Bagian regulator banyak digunakan pada rangkaian power supply berkualitas, baik itu regulator tegangan sederhana hingga yang kompleks.

Pada rangkain power supply seperti ditunjukan pada gambar, bagian regulator tegangan disusun atas komponen IC regulator IC1, Tr1, C2 dan C3. IC1 (7812) akan menetapkan tegangan sebesar +12VDC, sedangkan TR1 berfungsi sebagai penguat arus melalui output dari IC1, karena output dari IC1 relatif kecil berkisar 1A. Dengan TR1 sebagai penguat arus, maka output tegangan DC dapat menghasilkan sebesar 5A sesuai dengan arus transformator yang digunakan.

Bagian output tegangan

Bagian output tegangan dari rangkaian power supply (adaptor) adalah bagian terakhir, yang mana bagian output ini diharapkan dapat menghasilkan tegangan DC murni yang stabil dari tegangan input AC jala-jala PLN. kualitas power supply akan mempengaruhi kualitas hasil dari beban yang digunakan. Seperti pada rangkaian amplifier, jika output tegangan dari power supply yang digunakan kurang baik, maka kualitas suara yang dihasilkan dari amplifier juga akan berkurang seperti terjadi dengung halus (humming).

Demikian bagian-bagian dari rangkaian power supply atau adaptor yang digunakan pada perangkat-perangkat elektronika. Seiring dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, terutama pada perangkat elektronik digital, rangkaian power supply dibuat dengan sangat kompleks sehingga menghasilkan tengangan DC berkualitas tinggi.