Rangkaian Modulator AM dan Bagian-bagiannya

Modulator AM merupakan rangkaian atau alat yang digunakan untuk memodulasi gelombang pembawa AM. Pada dasarnya modulator AM merupakan sederet rangkaian penguat yang terdiri dari bagian-bagian tertentu yang memiliki fungsi menguatkan sinyal informasi audio yang akan ditumpangkan kepada sinyal pembawa (carrier).

Seperti halnya rangkaian pemancar radio AM, rangkaian modulator AM terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu rangkaian pra-penguat (pre-amplifier), penyangga (buffer), rangkaian penggerak (driver), dan penguat daya (power amplifier). Berikut penjelasan mengenai bagian-bagian dari rangkaian modulator AM.

Skema rangkaian modulator AM

rangkaian modulator am

Rangkaian modulator am

Rangkaian Pra-penguat (pre-amplifier)

Pra-penguat atau pre-amplifier merupakan penguat awal dari modulator yang berfungsi sebagai penguat mikrofon. Rangkaian ini dibangun oleh komponen Tr1, R1, R2, R3, Potensiometer, C1, C2, C3 dan mikrofon itu sendiri. Prinsip kerja bagian pre-amplifier ini sederhana. Karena mikrofon yang digunakan adalah tipe kondensor, maka diperlukan tegangan bias yang dilakukan oleh resistor R1, sinyal output dari mikrofon ini kemudian dikuatkan oleh tranistor T1 melalui kapasitor kopling C2. Resistor R2 merupakan tegangan basis transistor T1 yang akan menentukan tingkat penguatan dari transistor. Potensiometer nantinya berfungsi sebagai volume untuk mengatur kuat atau lemah sinyak suara yang keluar dari rangkaian modulator.

Rangkaian Penyangga (buffer)

Bagian rangkaian penyangga seperti yang ditunjukan pada gambar diatas dibangun oleh komponen Tr2, R4, R5, R6, R7, C4, C5, dan C6. Pada rangkaian penyangga ini, hasil output dari bagian pre-amplifier kemudian dikuatkan lagi melalui kapasitor kopling C4. Resistor R4 dan R5 memiliki tugas sebagai tegangan bias transistor yang akan membuat Tr2 bekerja pada daerah aktif. R6 dan R7 akan membagi tegangan kolektor dan emitor Tr2. Dari rangkaian terlihat resistor R7 diparalel dengan kapasitor C5. Pada prakteknya kapasitor C5 ini akan seperti sebuah filter yang akan meloloskan nada rendah (bass) sehingga hasil suara dari mikrofon tidak terlalu condong pada nada menengah atau tinggi.

Rangkaian Penggerak (driver)

Setelah sinyal dari rangkaian penyangga atau buffer sudah semakin kuat, selanjutnya sinyal dari mikrofon akan dikuatkan lagi oleh rangkaian penggerak driver. Disebut rangkaian driver karena bagian ini akan menyalurkan sinyak kepada penguat daya atau power amplifier. Pada rangkaian diatas, output rangkaian driver yang terhubung ke bagian penguat daya melalui kopling trafo input. Yang mana keluaran trafo input IT191 ini akan menghasilkan dua sinyal yang berbeda fasa.

Rangkaian driver ini dibangun oleh komponen Tr3, R8, R9, R10, R11, C7 dan transformator input IT191. Resistor R8 dan R9 berfungsi untuk membagi tegangan basis transistor Tr3. Bagian kolektor dari transistor Tr3 ini diberikan tegangan negatif melalui trafo IT191. Hal ini dilakukan agar sinyal output audio dari rangkaian driver ini dapat diinduksikan sehingga output sinyal akan keluar dari bagian sekunder trafo.

Rangkaian Penguat Daya (Power Amplifier)

Rangkaian penguat daya atau power amplifier merupakan bagian terakhir dari rangkain modulator AM, yang mana bagian keluaran dari rangkaian penguat daya menghasilkan penguatan yang tinggi sehingga mampu memodulasi sinyal pembawa yang dipancarkan dari rangkaian pemancar AM. Dalam hal ini rangkaian diatas dapat mengeluarkan daya output kurang lebih sekitar 20 Watt yang kelur dari bagian sekunder trafo OT426.

Pada rangkaian diatas, rangkaian penguat daya tersusun atas komponen Tr4, Tr5, R12, R13, R14, R15, dan trafo output OT426. Rangkaian power amplifier ini memiliki dua transistor yang saling menguatkan. Sedangkan sinyal masukan dari trafo IT191 terdapat 2 output yang masing-masing memiliki fasa yang berbeda, yang mana konfigurasi penguat daya ini disebut dengan sistem tarik dorong (push-pull).

Pada prakteknya, ketika mencoba modulator AM ini bekerja dengan semestinya atau tidak, bagian output trafo sebelum dihubungkan ke bagian pemancar AM, dapat diganti dengan loudspeaker biasa, yang mana impedansi speaker yang dicoba disesuaikan dengan output dari bagian sekunder trafo OT426, yakni 4Ω, 8Ω, atau 16Ω.

Demikian rangkaian modulator AM dan bagian-bagiannya yang banyak digunakan untuk memodulasi sinyal gelombang pembawa AM. Ada banyak jenis konfigurasi rangkaian elektronika modulator AM dengan berbagai jenis transistor yang digunakan, contohnya modulator AM dengan transistor PNP atau NPN. Namun secara prinsip kerja bagian-bagiannya adalah sama saja.