Rangkaian Saklar Sentuh Sederhana

Rangkaian saklar sentuh ini merupakan rangkaian yang digunakan sebagaimana sebuah saklar biasa, hanya saja media untuk menghubungkan atau memutuskan arus listriknya dengan sebuah sentuhan tangan. Dari sekian banyak rangkaian saklar sentuh yang ada, rangkaian ini menggunakan beberapa transistor yang disusun sebagai switching.

Pada dasarnya rangkaian saklar sentuh ini mempunyai output yang dihubungkan dengan sebuah lampu pilot yang akan menyala ketika bagian input ON diberikan sentuhan dan sebaliknya, lampu pilot akan padam jika bagian sensor input OFF diberikan sentuhan. Adapun rangkaiannya adalah sebagai berikut:

rangkaian saklar sentuh sederhana

Skema rangkaian saklar sentuh sederhana

Cara kerja rangkaian saklar sentuh ini cukup sederhana, dua buah transistor yang disusun secara darlington, anggap saja kedua transistor ini diidentifikasi sebagai Q1 dan Q2, kedua transistor ini berfungsi sebagai penguat arus untuk meningkatkan sensitivitas sensor pada saat di sentuh, hal ini akan membuat impedansi input menjadi tinggi. Sedangkan transistor Q4 berfungsi sebagai switching dan pengaut arus untul menyalakan lampu pilot. Transistor Q1 berfungsi sebagai inverter yang akan membalikan kondisi input dari sensor sentuh.

Ketika sensor ON disentuh, maka sentuhan tangan akan bersifat seperti resistansi yang menghubungkan antara basis transistor Q2 dan resistor 10k. dengan begitu, maka basis transistpr Q2 akan mendapatkan tegangan positif. Pada saat basis transistor Q2 mendapatkan tegangan positif, maka kondisi transistor Q2 dan Q3 akan aktif dan bagian kolektornya akan berkondisi mendekati tegangan 0 V yang sekaligus mengaktifkan transistor Q4 karena arus dari emitor Q4 mengalir ke bagian kolektornya sehingga menyalakan lampu pilot.

Q1 adalah transistor yang berfungsi untuk membalikan kondisi (inverter) yang tadinya berkondisi 1 (mendapatkan tegangan positif) menjadi berkondisi 0. Kondisi ini tentunya akan berbanding terbalik dengan bagian sensor ON yang langsung terhubung pada basis transistor Q2.

Ketika sensor OFF disentuh, maka seperti pada penjelasan sebelumnya, sentuhan tangan akan bersifat seperti resistansi yang dianggap sebagai media penghubung antara basis transistor Q1 dengan resistor 10k sehingga basis Q1 akan mendapatkan tegangan positif yang akan mengaktifkan transistor tersebut. Dengan aktifnya transistor Q1, menjadikan tegangan kolektor berkondisi mendekati 0V.

Logikanya, jika transistor Q1 aktif, maka kondisi Q2, Q3 dan Q4 menjadi tidak aktif. Hal ini mengakibatkan lampu pilot menjadi padam karena tidak ada arus emitor Q4 yang mengalir ke kolektor.

Jika lampu pilot ini akan diganti dengan arus dan tegangan yang jauh lebih besar, misalnya lampu pijar 220V, maka lampu pilot tersebut harus diganti dengan sebuah relay 6 Volt, barulah bagian saklar dari relay dihubungkan dengan lampu pijar dan sumber tegangan PLN. Selain itu rangkaian ini menyerap arus yang kecil sehingga sangat cocok untuk dioperasikan dengan baterai.

Berikan Komentar Anda...