Jenis Dioda dan Karakteristik Dioda

Sebelum menggunakan komponen dioda untuk berbagai proyek rangkaian elektronika, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu karakteristik dioda. Untuk mengetahui karakteristiknya, Dapat dilakukan dengan beberapa percobaan sebagai berikut.

  • Siapkan dioda seri, catu daya DC, dan resistor.
  • Pasangkan dioda seri tersebut dengan catu daya DC dan resistor yang sudah disiapkan.
  • Ukur tegangan diodanya berdasarkan variasi sumber tegangan yang diberikan.
  • Dari ukuran tersebut, selanjutnya dibuat kurva karakteristik dioda.
  • Kurva karakteristik tersebut merupakan fungsi arus ID atau arus yang dilalui dioda terhadap tegangan VD.
  • Ukurlah tegangan dioda atau Vab dan arus yang melalui dioda atau ID.

Selain itu, karakteristik dioda dapat diubah dengan mengubah VDDnya. Untuk memperoleh karakteristik dioda, Anda harus mengeplotkan arus dioda ID ke tegangan dioda Vab. Jika anoda tegangannya lebih tinggi dari pada katoda artinya dioda mendapatkan tegangan bias forward. Sebaliknya, jika VD hasilnya negatif maka dioda dikatakan mendapatkan bias reserve atau bias mundur.

karakteristik diodaPerlu diketahui jika VDD diubah maka akan terjadi perubahan pula pada arus ID dan arus VD. Mengetahui karakteristik dioda sangat penting. Dengan mengetahui karakteristiknya, Anda dapat menghitung harga VDD dan RL. Dari karakteristik ini pula, dioda dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.

Jenis dioda berdasarkan fungsi dan karakteristiknya antara lain dioda kontak titik, dioda hubungan, LED, dioda foto, dioda zener dan lain-lain. Karakteristik dioda akan menentukan fungsi dari dioda itu sendiri. Contohnya, dioda kontak titik yang sering digunakan untuk mengubah frekuensi tinggi menjadi frekuensi rendah.

Ada pula karkateristik dioda yang disebut dengan dioda hubungan. Karakteristik dioda seperti ini umumnya mampu mengalirkan tegangan yang besar. Walaupun mampu mengalirkan tegangan yang besar namun tegangan tersebut hanya dialirkan secara searah. Selain itu ada pula dioda LED.

Dioda dengan karakteristik seperti ini akan mengeluarkan cahaya jika dialiri forward bias. Ada pula karakteristik dioda yang berbeda dengan karakteristik dioda pada umumnya. Jika pada umumnya dioda tidak akan bisa bekerja jika dipasang terbalik, maka tidak dengan dioda yang dinamakan dengan dioda varactor. Saat dioda jenis ini dipasang terbalik, maka dioda tersebut berfungsi sebagai kondensator.

Lebih lanjut lagi, ada pula dioda bridge. Dioda jenis ini memiliki karakteristik sama dengan power supply. Dioda bridge terbuat dari bahan silikon dan disusun sesuai dengan namanya yaitu disusun seperti jembatan penghubung. Ada pula dioda yang memiliki karakteristik sebagai pembatas tegangan. Dioda tersebut diberi nama dioda zener.

Sesuai dengan karakteristiknya, dioda ini akan memberikan pembatasan tegangan. Secara aplikasi, dioda ini digunakan pula sebagai voltage stabilizer atau voltage regulator. Dengan begitu, dioda akan membantu tegangan terbalik menjadi lebih stabil dari sebelumnya.

Tentu saja, Anda harus mengetahui terlebih dahulu karakteristik dioda sehingga Anda dapat mengetahui dioda jenis apa yang harus Anda gunakan untuk memaksimalkan rangkaian elektronika yang sedang Anda rangkai. Jika Anda sampai salah memilih jenis dioda berdasarkan karakteristiknya, bisa jadi rangkaian elektronika tersebut tidak bekerja atau bahkan rusak.

Sedangkan jika Anda memilih dioda dengan karakteristik yang tepat, maka kinerja perangkat elektronik Anda justru akans semakin maksimal dari sebelumnya. Jika Anda yang tidak paham sama sekali dengan dioda, maka bertanyalah pada ahlinya termasuk mengenai karakteristik dioda. Umumnya, orang yang bekerja di bidang elektronika akan lebih mudah dan faham dengan hal ini.

Baca juga: Prinsip Kerja Dioda pada Peralatan Elektronika