Fungsi Trafo pada Rangkaian Elektronika

Fungsi trafo tidak bisa dilepaskan dalam dunia elektronika. Bagaimana tidak, hampir semua sumber daya atau catu daya untuk mengaktifkan rangkaian elektronika pasti menggunakan komponen transformator.

Fungsi trafo pada rangkaian elektronika cukup banyak, namun pada dasarnya yang paling sering banyak digunakan adalah transformator untuk keperluan menurunkan tegangan, menaikan tegangan, sebagai penyelaras impedansi, untuk keperluan radio dan video, dan lain sebagainya.

Penggunaan Trafo Pada Rangkaian elektronika

fungsi-trafoSeperti diketahui transformator yang digunakan untuk menurunkan tegangan adalah trafo step down. Rangkaian elektronika pada umumnya menggunakan catu daya tegangan yang kecil, Sedangkan pada jaringan listrik PLN, tegangan rata-rata adalah 220V, tegangan sebesar ini terlalu tinggi untuk sumber daya rangkaian elektronika, untuk itu tegangan dari jaringan PLN harus diturunakn terlebih dahulu dengan menggunakan trafo step down menjadi tegangan yang jauh lebih kecil.

Pada sebuah trafo step down, jumlah lilitan kumparan sekunder lebih kecil dari jumlah lilitan primernya. Sebaliknya pada sebuah trafo step up, jumlah lilitan sekunder lebih banyak dari jumlah lilitan primernya. Semakin sedikit lilitan pada bagian sekunder transformator, maka tegangan output yang dihasilkan juga akan semakin kecil.

Untuk arus keluarannya, tergantung dari diameter kawat lilitan. Semakin besar diameter kawat lilitan pada trafo, maka arus yang dihasilkan juga akan semakin besar. Maka dari itu, banyak trafo-trafo dengan arus besar, bentuk fisiknya juga semakin besar dan berat. Bahkan untuk trafo dengan arus keluaran sebesar 30 Ampere, beratnya bisa mencapai 20-30kg.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, besar dan berat trafo dapat dipangkas, yaitu teknik trafo switching. Dalam mengkonversi tegangan PLN 220V menjadi tegangan yang rendah, trafo switching tidak hanya menggunakan sebuah trafo, namun dirangkai dengan beberapa komponen seperti transistor, resistor, kapasitor, dioda dll. Trafo yang digunakan pada rangkaian power supply dengan menggunakan sistem switching disebut juga dengan Power Supply Swithing.

Jika pada trafo step down biasa menggunakan frekuensi rata-rata 50-60Hz, maka pada trafo switching biasanya menggunakan frekuensi yang jauh lebih tinggi antara 500Hz hingga 2kHz. Inti yang digunakan juga bukan terdiri dari besi lunak seperti trafo pada umumnya, yakni menggunakan inti ferit.

Selain fungsi trafo step down, penggunaan trafo step up juga cukup banyak digunakan pada rangkaian elektronika. Jika dikaitkan dengan alat-alat elektronika rumah tangga, penggunaan trafo step up tidak dapat dipisahkan dari peralatan tersebut terutama dengan semakin berkembangnya teknologi elektronika. Salah satunya adalah pada TV LCD, trafo step up digunakan untuk catu daya rangkaian inverter pada lampu backlight TV LCD.

Contoh trafo pada ups

Contoh penggunaan trafo pada UPS

Trafo step up juga banyak digunakan pada peralatan kelistrikan cadangan (backup). salah satunya adalah perangkat UPS. Di dalam UPS, tegangan baterai dari Aki 12VDC diubah menjadi tegangan 220VAC yang dapat menghidupkan alat-alat elektronika seperti komputer, TV, lampu, dan lain sebagainya.

Kemudian pada rangkaian radio, fungsi trafo sangat berperan penting agar perangkat radio dapat bekerja dengan baik. Penggunaan transformator pada rangkaian radio ini adalah sebagai trafo osilator (pembangkit frekuensi), atau penyelaras impedansi antara pemancar radio dengan antena.

Perlu diketahui bahwa sebuah transformator dapat bekerja jika tegangan yang digunakan adalah arus AC, karena untuk bisa mentransfer medan elektromagnetik ini diperlukan arus bolak-balik. artinya, jika sebuah trafo dialiri arus DC tidak akan memberikan pengaruh apa-apa pada outputnya.

Demikian penjelasan umum sekilas mengenai fungsi trafo pada rangkaian elektronika. Inti dasar dari transformator ini adalah berfungsi untuk memindahkan atau mentransfer tenaga listrik melalui induksi elektromagnet. Hasil pemindahan tenaga listrik ini menghasilkan trafo penurun tegangan, penaik tegangan atau untuk keperluan lainnya sesuai dengan keperluan perancang rangkaian elektronika.